From: Danang Setiawan
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tak ada kata yang pantas terucap selain membaca alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT. Shalawat dan salam terlimpah kepada Rasulullah SAW, pembawa cahaya iman.
Pada kesempatan kali ini, mari kita simak baik-baik sabda Rasulullah SAW:
”Rubba shaaimin haththuhu min shiyaamihi al-juu’u wal ’athasyu. Wa rubba qaaimin haththuhu min qiyaamihi as-sahru”
Yang artinya:
”Kadangkala hasil yang diraih orang yang berpuasa hanyalah lapar dan haus, dan mungkin hasil yang dicapai orang yang shalat malam (qiyamul lail) hanyalah berjaga” (HR. Ahmad dan Al-hakim)
Mudah-mudahan kita tidak termasuk golongan orang yang disebut dalam hadits di atas. Untuk itu kita harus tahu untuk apa kita berpuasa. Seseorang yang berpuasa tanpa tujuan (niat), hanya akan menghasilkan kesia-siaan.
Puasa itu tidak berdiri sendiri, ia merupakan satu kesatuan dari keseluruhan rukun iman, rukun Islam, dan ihsan. Sebelum berpuasa, hendaknya kita telah bersyahadat secara benar, menegakkan shalat secara khusyu, serta berzakat, membelanjakan sebagian rizki kita kepada yang berhak menerimanya.
Tujuan puasa adalah pengendalian diri untuk menjaga fitrah berpikir (rukun iman) agar kita senantiasa tetap memiliki kejernihan hati sekaligus pelatihan untuk menghentikan segala bentuk penghambaan selain kepada Allah SWT.
Puasa merupakan bentuk pelatihan atau training yang paling dahsyat dan sempurna yang materi dan metodenya langsung diberikan Allah SWT. Pelatihan ini sesungguhnya telah dinanti-nantikan oleh semua orang yang sedang mencari bentuk training efektif untuk melatih pengendalian emosi dan membangun kecerdasan emosi (EQ) selama ini.
Sayang, masih banyak ummat Islam sendiri belum menyadari apa makna puasa itu yang sebenarnya. Mereka hanya menghentikan makan, minum, dan hubungan suami isteri di siang hari tanpa mempelajari apa makna dan ”tujuan besar” di balik training ini.
Jika kita telah menyadari makna hidup yang sesungguhnya, yaitu menjalankan misi Tuhan, dan telah mendalami tujuan hidup berdasarkan al-Qur’an, maka kita segera mengetahui bahwa tujuan puasa adalah pembebasan diri dari segala bentuk belenggu nafsu yang selama ini menjajah kita.
Kita bebaskan fitrah kita agar dapat memancarkan sinar cahayanya. Kita rawat dan pelihara God Spot yang menjadi capital spiritual paling berharga milik kita. Dengan kemerdekaan itu, kita makmurkan bumi Allah SWT sesuai dengan kehendak-Nya.
Dengan puasa kita bebaskan diri kita dari segala penghambaan selain kepada Allah SWT. Ketika kita telah bebas dan merdeka, maka kita akan menjadi pribadi-pribadi yang tangguh, yang dapat meningkatkan seluruh potensi diri dan menghasilkan karya dan prestasi terbaik dengan standar mutu tinggi, yang tidak berhenti pada batasan duniawi yang relatif rendah, dengan cara pencapaian yang bijaksana dan luhur. Singkatnya, puasa adalah bentuk pelatihan untuk memelihara fitrah dalam rangka mencapai keberhasilan yang sesungguhnya, atau dalam bahasa lain, menjadi insan taqwa.
Ketika kita menjadi insan taqwa, maka keberadaan kita selalu menjadi solusi, rizki kita lapang karena sumbernya dari segala arah, semua urusan dimudahkan oleh-Nya, dan kita senantiasa terbimbing sehingga mengetahui furqan, garis pembeda, mana yang benar dan mana yang salah. Kita selalu berada di garis orbit, sehingga hidup kita lebih teratur, disiplin, dan lurus. Bukankah yang demikian yang selalu kita cari dan impikan ? Semoga puasa kita tahun ini menghantarkan kita ke sana.
Allah berfirman;
”Barangsiapa bertaqwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran pada mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati” ( Al-A’raaf: 35 )
Selamat mengikuti Self Controling Training ( Training Puasa ) yang dahsyat ini, semoga berhasil !
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar